Pemalang – Suasana intelektual dan empati global terasa kuat di Kampus Institut Agama Islam Pemalang (INSIP) pada Senin, 6 Oktober 2025.
Melalui kegiatan Roadshow TimTeng Podcast bertema “Dua Tahun Topan Al Aqsha: Dahsyatnya Gerakan Boikot dan Peran Media”, INSIP kembali menegaskan komitmennya dalam menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap isu-isu dunia Islam dan kemanusiaan global.
Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai ini menghadirkan dua narasumber dengan reputasi internasional: Pizaro Gozali Idrus, dosen INSIP sekaligus pengamat dan jurnalis internasional, serta Surya Fachrizal Ginting, jurnalis internasional dan relawan kemanusiaan Gaza Palestina. Kehadiran keduanya menghadirkan perspektif tajam dan pengalaman langsung dari lapangan konflik Timur Tengah, khususnya terkait dinamika perjuangan rakyat Palestina dan dampak global dari gerakan boikot produk yang terafiliasi dengan penjajahan Israel.
Dalam sambutan pembukaan, Ketua Yayasan INSIP Heriyanto yang mewakili Rektor INSIP menegaskan pentingnya mahasiswa memiliki wawasan luas tentang isu-isu global yang berkaitan dengan dunia Islam. Menurutnya, pemahaman tersebut tidak hanya sebatas pada isu Palestina, tetapi juga mencakup kawasan lain yang menjadi bagian dari dinamika peradaban Islam modern.
“Mahasiswa INSIP harus mampu menguasai wawasan isu global tentang Islam — tidak hanya Palestina, tetapi juga Yaman, Suriah, dan negara-negara lainnya. Sebagai calon intelektual muslim, mereka harus memiliki kepedulian dan pemahaman komprehensif terhadap kondisi umat di seluruh dunia,” ujar Heriyanto.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti Roadshow TimTeng Podcast sangat sejalan dengan semangat INSIP dalam mencetak generasi muda yang memiliki kepedulian sosial, kemampuan berpikir kritis, dan kepekaan terhadap isu kemanusiaan serta peradaban Islam global.
Dalam diskusi interaktif yang berlangsung hangat, kedua narasumber mengupas tuntas tentang kekuatan gerakan boikot sebagai strategi non-kekerasan dalam memperjuangkan keadilan untuk Palestina, serta peran vital media internasional dan lokal dalam membentuk opini publik global.
Pizaro Gozali Idrus menyoroti bagaimana media dapat menjadi alat pembebasan, tetapi sekaligus bisa menjadi instrumen propaganda. Ia menekankan pentingnya jurnalis dan akademisi muslim untuk mampu menarasikan kebenaran dari sudut pandang yang adil dan berimbang.
Sementara itu, Surya Fachrizal Ginting membagikan pengalaman langsungnya sebagai relawan kemanusiaan di Gaza, menggambarkan penderitaan warga sipil akibat blokade berkepanjangan dan serangan militer, sekaligus mengajak mahasiswa untuk tidak hanya berempati, tetapi juga bertindak melalui pengetahuan dan advokasi.
Kegiatan ini mendapat antusias tinggi dari mahasiswa yang memenuhi aula kampus. Banyak di antara mereka yang mengaku mendapat wawasan baru tentang pentingnya literasi media, kekuatan solidaritas, dan peran generasi muda dalam memperjuangkan isu kemanusiaan secara global.
Bagi INSIP, kegiatan ini bukan sekadar forum akademik, tetapi juga momentum untuk membangun kesadaran dan tanggung jawab moral generasi muda muslim terhadap nasib umat di berbagai belahan dunia. Melalui kegiatan inspiratif seperti ini, kampus berharap dapat menumbuhkan jiwa intelektual yang berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan universal, sekaligus memperkuat posisi INSIP sebagai institusi pendidikan Islam yang progresif dan responsif terhadap dinamika global.
Humas – INSIP Jawa Tengah
