
Belakangan ini, masyarakat Pemalang dihebohkan dengan munculnya pemberitaan di media daring mengenai dugaan keterlibatan seorang influencer lokal ber-inisial DWM dalam mempromosikan gaya hidup Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender (LGBT). Isu ini memicu berbagai reaksi dari warga, tokoh agama, dan pemerhati sosial yang menilai fenomena tersebut sebagai bentuk penyimpangan dari norma-norma yang berlaku.
Sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam yang memiliki tanggung jawab moral dan sosial, Institut Agama Islam Pemalang merasa perlu untuk menyampaikan sikap dan pandangannya secara terbuka terkait fenomena tersebut.
Institut Agama Islam Pemalang menyatakan keprihatinan yang mendalam atas maraknya normalisasi perilaku menyimpang yang bertentangan dengan nilai-nilai moral, agama, dan budaya luhur bangsa Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan fenomena Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender (LGBT).
Sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis keislaman, kami menegaskan bahwa perilaku LGBT tidak dapat dibenarkan secara moral, agama, dan ilmiah. Dalam perspektif Islam, orientasi seksual yang menyimpang dari fitrah penciptaan manusia (laki-laki dan perempuan) jelas merupakan perbuatan yang bertentangan dengan syariat dan harus dijauhi. Demikian pula dalam tinjauan psikologi, perilaku seksual yang menyimpang dapat menimbulkan dampak psikososial, baik bagi individu pelaku maupun masyarakat di sekitarnya.
Kami memahami bahwa setiap manusia memiliki hak untuk dihargai sebagai pribadi, namun hak tersebut tidak dapat dijadikan dasar pembenaran atas perilaku yang merusak tatanan sosial dan nilai keagamaan. Oleh karena itu, kami:
- Menolak segala bentuk kampanye atau promosi perilaku LGBT dalam ranah akademik, sosial, dan media apapun.
- Mendorong edukasi yang berbasis nilai agama dan psikologi positif kepada generasi muda agar tidak terjebak dalam propaganda menyimpang.
- Mendukung rehabilitasi dan konseling bagi individu dengan kecenderungan orientasi seksual menyimpang, sebagai bagian dari pendekatan kemanusiaan dan keilmuan.
- Mengajak seluruh elemen masyarakat dan lembaga pendidikan khususnya di wilayah Kabupaten Pemalang untuk bersama-sama menjaga moralitas bangsa dari pengaruh ideologi Barat yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
Kami mengajak semua pihak untuk memperkuat ketahanan keluarga, pendidikan karakter, dan dakwah yang santun serta mendidik agar masyarakat memahami pentingnya menjaga fitrah manusia sesuai ajaran agama dan norma sosial yang luhur.
Humas – INSIP Jawa Tengah
