
Universitas Islam Pemalang (USIP) kembali memperluas kiprah pengabdian kepada masyarakat hingga ke wilayah terluar Indonesia. Melalui program pengabdian masyarakat, USIP akan mendirikan sanggar belajar di Pulau Aru, Maluku, sebagai langkah awal menghadirkan akses pendidikan dan pembinaan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Program tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan pengabdian jangka pendek. USIP menyiapkan visi jangka panjang untuk mengembangkan pusat belajar tersebut menjadi lembaga pendidikan atau sekolah yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Pulau Aru.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen USIP untuk menjadikan pendidikan sebagai kekuatan yang hadir hingga ke pelosok negeri. Kampus tidak hanya beraktivitas di ruang akademik, tetapi juga turun langsung menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat. Pada Selasa (18/08/2026),
Salah satu mahasiswa USIP asal Pulau Aru, Safitri, mendapatkan mandat dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) USIP untuk menjadi bagian dari perintisan program tersebut.
Kehadiran Safitri menjadi strategis karena sebagai putra/putri daerah asal Aru, ia memiliki kedekatan dengan masyarakat dan memahami kondisi lingkungan setempat. Ia akan menjadi salah satu penghubung awal antara USIP dengan masyarakat dalam proses persiapan dan pengembangan sanggar belajar.
Ke depan, mahasiswa USIP dari berbagai program studi akan dilibatkan secara bergantian dalam kegiatan pengabdian di Pulau Aru. Mereka akan membawa keahlian masing-masing untuk mendukung kegiatan belajar, literasi, pendidikan anak, pembinaan masyarakat, hingga kegiatan sosial dan pemberdayaan.

Dari Sanggar Belajar Menuju Sekolah.
Pendirian sanggar belajar ini merupakan langkah awal dari cita-cita yang lebih besar. USIP menargetkan adanya pengembangan secara bertahap sehingga dalam jangka panjang dapat berdiri sekolah di Pulau Aru sebagai bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi terhadap pemerataan pendidikan.
Program ini diharapkan menjadi model pengabdian yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.
“USIP ingin hadir bukan hanya dengan program, tetapi dengan karya yang dapat dirasakan masyarakat. Pulau Aru menjadi salah satu titik pengabdian kami untuk membangun akses pendidikan dari masyarakat, bersama masyarakat, dan untuk masa depan generasi mereka,” demikian semangat yang diusung dalam program tersebut.
Melalui langkah ini, Universitas Islam Pemalang menegaskan komitmennya untuk menembus batas geografis dan menghadirkan pendidikan hingga pulau-pulau terluar Indonesia.
