
Delegasi Universitas Islam Pemalang (USIP) melakukan kunjungan diplomasi akademik ke Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta. Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Dr. Mohammad Boroujerdi, bersama Dr. Yahya Jahan Giri, Kepala Biro Cultural Counsellor Kedutaan Besar Republik Islam Iran. Pada kamis (8/09/2026)
Pertemuan berlangsung hampir dua jam dan membahas peluang penguatan kerja sama antara USIP dan sejumlah institusi pendidikan tinggi di Iran. Pembahasan mencakup pengembangan kolaborasi akademik, pertukaran pengetahuan, serta peluang kerja sama kelembagaan di bidang pendidikan tinggi.
Delegasi USIP dipimpin Ketua Yayasan USIP, Heriyanto, dan didampingi Wakil Rektor II USIP, Arina Athiyallah.
Dalam pertemuan tersebut, Heriyanto menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan Iran, khususnya ketangguhan masyarakat dan kemajuan teknologi yang telah dikembangkan negara tersebut.
“Kami sangat terinspirasi melihat kekuatan rakyat Iran dan perkembangan teknologinya. Bagi USIP, pengalaman tersebut menjadi inspirasi untuk membangun kerja sama akademik yang lebih luas dan memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Heriyanto.
Menurut Heriyanto, perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi juga dapat menjadi jembatan diplomasi yang mempertemukan masyarakat dan institusi dari berbagai negara.
Karena itu, USIP melihat kerja sama dengan perguruan tinggi di Iran sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan kualitas akademik dan kapasitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Dubes Iran Mohammad Boroujerdi menyampaikan apresiasi terhadap hubungan masyarakat Indonesia dan Iran. Ia juga mengapresiasi dukungan dan perhatian masyarakat Indonesia terhadap Iran.
Dalam suasana dialog yang berlangsung terbuka, kedua pihak sepakat bahwa hubungan Indonesia-Iran memiliki peluang untuk terus diperkuat melalui kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Kerja sama akademik antara USIP dan mitra perguruan tinggi di Iran ditargetkan mulai direalisasikan pada akhir tahun ini. Bentuk kerja sama akan diarahkan pada program-program yang konkret dan dapat memberikan manfaat bagi sivitas akademika kedua negara.
Pada kesempatan tersebut, Dubes Iran juga mengundang delegasi USIP untuk melakukan kunjungan ke Iran guna melihat secara langsung perkembangan pendidikan tinggi, teknologi, serta potensi kerja sama yang dapat dikembangkan.
Bagi USIP, kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah memperkuat posisi universitas di tingkat internasional.
“USIP ingin membangun jejaring global yang tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi menghasilkan program nyata bagi mahasiswa, dosen, dan pengembangan institusi,” kata Heriyanto.
Pertemuan dengan Kedutaan Besar Republik Islam Iran tersebut sekaligus mempertegas arah USIP dalam mengembangkan diplomasi akademik sebagai salah satu strategi internasionalisasi perguruan tinggi.
Melalui jejaring dengan berbagai institusi pendidikan tinggi dunia, USIP berkomitmen membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk memperoleh pengalaman akademik lintas negara serta membangun kolaborasi yang berdampak bagi masyarakat.
