USIP Jadi Tamu ASEAN Festival 2026 di Filipina, Teken MOU/MOA dengan Pampanga State University

FILIPINA — Universitas Islam Pemalang (USIP) mendapat kehormatan menjadi tamu undangan dalam ASEAN Festival 2026 yang digelar di Pampanga State University, Filipina, Jumat (25/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, USIP sekaligus menandatangani kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MOU) dan Memorandum of Agreement (MOA) dengan salah satu perguruan tinggi negeri bersejarah di Filipina itu.

Delegasi USIP dipimpin langsung Ketua Yayasan USIP Heriyanto. Turut hadir Wakil Rektor III USIP Dr. Srifariyati serta Rochmaniyah dari Office of International Affairs USIP.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah USIP memperluas jejaring akademik internasional sekaligus membuka ruang kerja sama konkret di bidang pendidikan, penelitian, pertukaran mahasiswa, serta pengembangan program akademik.

Pampanga State University memiliki sejarah panjang. Institusi tersebut bermula dari Escuela de Artes y Oficios de Bacolor yang didirikan pada 4 November 1861. Menurut laman resmi universitas, lembaga tersebut berkembang menjadi salah satu institusi pendidikan vokasi tertua di kawasan Far East dan kini berstatus sebagai perguruan tinggi negeri.

Bagi USIP, penandatanganan kerja sama tersebut memiliki arti strategis. Apalagi, USIP merupakan perguruan tinggi yang tengah berkembang dari daerah Pemalang dan kini mulai membangun koneksi akademik dengan perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Ketua Yayasan USIP Heriyanto mengatakan, kerja sama internasional menjadi bagian dari upaya membawa kampus daerah agar memiliki ruang berkontribusi di tingkat regional.

“Ini sebuah kehormatan bagi USIP. Kami datang dari kampus daerah yang sedang bertumbuh, tetapi kami memiliki keberanian untuk membuka pintu kerja sama dan menembus batas-batas negara,” kata Heriyanto.

Menurut dia, internasionalisasi kampus bukan semata-mata tentang membawa nama perguruan tinggi ke luar negeri. Lebih dari itu, kerja sama internasional harus memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan dosen.

Karena itu, MOU dan MOA dengan Pampanga State University diharapkan menjadi pintu masuk bagi program-program yang lebih konkret, termasuk mobilitas mahasiswa dan dosen, kolaborasi penelitian, pengembangan akademik, serta berbagai kegiatan pendidikan lintas negara.

Suasana penyambutan delegasi USIP di Pampanga State University juga berlangsung istimewa. Sejumlah pejabat tinggi universitas hadir dalam agenda tersebut sebagai bentuk penerimaan dan penghargaan terhadap kerja sama kedua institusi.

Bagi USIP, momentum ASEAN Festival 2026 sekaligus menjadi penanda bahwa kampus yang tumbuh dari Pemalang memiliki peluang untuk membangun jejaring lebih luas.

Dari Pemalang menuju Filipina, USIP mencoba memperlihatkan bahwa batas geografis tidak harus menjadi batas bagi pengembangan pendidikan tinggi.

“USIP ingin tumbuh dari Pemalang, tetapi tidak berhenti hanya di Pemalang. Kami ingin kampus ini memiliki kontribusi bagi daerah, Indonesia, dan pada saat yang sama mampu hadir dalam percakapan akademik internasional,” ujar Heriyanto.

Penandatanganan MOU dan MOA dengan Pampanga State University menjadi salah satu langkah USIP dalam membangun ekosistem kerja sama internasional yang diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi sivitas akademika untuk belajar, bertukar pengalaman, dan berkolaborasi dengan mitra perguruan tinggi di luar negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *